Living it Slowly : Should it be a Lifestyle?


    Sepertinya hidup di jaman teknologi canggih dan hypenya social media seperti sekarang memang kita dituntut serba cepat, semua berlomba satu sama lain karena informasi sangat dengan mudah menyebar ke berbagai belahan dunia.  Sepertinya semua saling mengejar, kejar-kejaran untuk menjadi yang terbaik, menunjukan eksistensi dan bersaing secara ketat sampai-sampai banyak yang merasa depresi dan juga stress karena terlalu sering melihat kehidupan orang lain dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang super "wah" di social media. Tapi sebenarnya semua kembali lagi ke diri sendiri, bisa atau tidaknya menyerap informasi yang super cepat dan jumlahnya yang tidak terbatas di social media. 

---

Ngga munafik juga kadang kalau main social media sering membuat diri jadi insecure plus bikin diri sendiri ngerasa ga berguna, tapi tidak mengelak juga kalau social media somehow memberikan kita banyak informasi-informasi positif mengenai lifestyle, hal-hal yang kita sukai, hobby dll. So it's definitely our choice.

Akhir-akhir ini aku sedang mulai belajar mengenai lifestyle "Slow living". Aku merasa dunia ini semuanya serba cepat ditambah dengan kebiasaanku yang selalu bekerja dengan cepat dan kadang sembrono. 

pernah ga sih merasa semuanya berjalan begitu cepat kalau kita melihat lagi ke belakang, misalnya tak terasa sekarang sudah 26 tahun, ga kerasa lulus kuliah udah 4 tahun lalu, semuanya terasa cepat. Jujur dari dulu aku selalu kerja dengan cepat, makan cepat, pokoknya pengen cepet selesai aja (sepertinya keturunan sih), akhirnya entah apa aku menikmati setiap prosesnya atau tidak ngga tau juga. Sampai kadang saking rusuhnya akhirnya jadi sembrono misalnya : jatuh, nabrak sesuatu, ngerusakin barang wah ini langganan deh. 

Semakin banyak mencari tahu, dan lumayan banyak baca artikel  tentang lifestyle akhirnya aku ketemu dengan suatu konsep lifestyle "Slow Living". Meskipun sepertinya agak sangat susah ya diterapkan untuk aku yang selalu rush dalam mengerjakan sesuatu, dan ga sabaran, tapi mungkin saja ini adalah sebuah "Jawaban" haha. 

Slow Living merupakan konsep tentang gaya hidup yang berbasis pada "Hidup saat ini" saat ini kapan? detik ini juga, menit ini juga "Be Fully Present". Karena pikiran kita ini seperti angin yang larinya kemana-mana makanya terasa hidup kacau, padahal sebenarnya yang terjadi saat ini adalah ya ini, misalnya, kamu lagi baca tulisanku ini. Slow living juga mengajarkan kita untuk mulai memperhatikan hal-hal kecil yang sebenarnya bisa kok membuat kita bahagia. Seperti, misalnya sekarang aku lagi mulai belajar melukis dengan cat air, yang harus penuh kesabaran dan tidak bar-bar hehe aku sedang mencoba menikmati setiap prosesnya layer demi layer, satu karya per hari dan tidak memaksakan diri untuk berkarya terus sampai membuat 5 gambar/hari. Sepertinya tidak dulu, take it slow. 

kalau dibilang sekarang udah lebih slow? ngga juga, karakter itu susah diubah, kadang masih gemes / gregetan juga kalau melihat lukisan yang udah mulai ancur eh pengen bikin baru aja, tapi aku mulai untuk sabar dan mencari jalan buat fix the failures haha dan alias hemat kertas! haha. Yang paling susah diubah sebenarnya pikiran, pikiran ini suka liar dan mengontrolnya sangat susah, jadi memang perlu waktu untuk belajar think slowly, since i was a fast thinker and an overthinker. Sebagai overthinker sepertinya aku sudah sangat menyusahkan pacar yang kadang bingung kenapa aku bisa moody banget, haha sebenarnya semua berawal dari pikiran yang suka lari kemana-mana , dan syukurnya dia orang yang sabar plus ga terlalu mikirin sih (ngga terlalu masukin hati gitulah istilahnya) kalau aku lagi moody. 

Salah satu contoh kesembronoanku adalah seperti kemarin aku sempat jatuh di depan alf*mart karena cepet-cepetan jalan trus salah injak tanah yang lagi basah gitu hahaha. Kenapa ini terjadi? karena kita kurang sadar , kurang mindful, kurang hati-hati waktu jalan. Root of the problem : Not Mindful. Maka dari itu, kenapa slow living lifestyle menekankan pada "Mindfulness" how to improve mindfulness? Meditation........oh No. Maybe i should try to meditate more!

stay safe and healthy!

Love, Anna

---





0 comments